Jumat, 18 Oktober 2019

Bersama pemateri yang kedua kelas menulis rayon syariah dan ekonomi bisnis islam, memahami lebih dalam apa saja yang terdapat dalam sebuah tulisan.


Menulis Dan Membuat Ikatan Baru
 (oleh : Deskar H.s)

                Pertemuan ketiga dan keempat dalam Pelatihan Menulis yang digelar Rayon Syariah dan Febi komisariat Raden Intan mengulas tentang hal-hal yang sering terdengar bahkan terucap dalam pengetahuan dunia tulis menulis. pemahaman tentang kalimat, paragraf, teks deskripsi dan teks narasi dipaparkan lebih dalam secara metodelogi oleh pemateri kedua Asep Sugiarto.
                Di materi pertama yang dibawakan Asep Sugiarto “membedah kalimat dan paragraf dalam sintaksis”, beliau menjelaskan bahwa kalimat adalah kesatuan kata-kata yang berdiri sendiri dan menyatakan makna. Dalam satu kalimat biasanya terdiri dari satu atau lebih klausa. klausa sendiri adalah satuan gramatikal yang terdapat di sebuah tata bahasa, klausa yang baik terdiri dari subyek (s) + predikat, sedang klausa yang baik dan benar terdiri atas subyek (s) + predikat (p) + obyek (o) + keterangan (k). Dengan memahami struktur ini seseorang bisa melakukan bedah klausa sehingga mengetahui kalimat yang benar dan salah dalam suatu tulisan.
                Rangkaian  dari beberapa kalimat yang saling terkoneksi akan membentuk sebuah paragraf dan memiliki ide pokok, dari paragraf setiap paragraf dalam sebuah tulisan kita akan menemukan sebuah ide pokok entah ia terdapat di awal (deduktif) maupun diakhir (indktif) atau bahkan di keduanya (campuran).
                Di materi kedua nya pemateri berambut ikal ini menjelaskan “memahami teks deskripsi dan narasi”. Membaca teks deskripsi seolah pembaca tengah melihat foto, gambaran-gambaran yang ditulis secara keseluruhan dan mendetil dimaksud penulis agar pembaca seolah ikut mengamati objek yang di paparkan penulis. sedang membaca teks narasi seolah pembaca menonton sebuah video. Dengan adanya komposisi lengkap dari sebuah narasi seperti tokoh, latar, dan alur cerita ditujukan guna memberi informasi dari kronologi suatu kejadian atau cerita.
                Penggunaan logika dan standarisasi-standarisasi adalah hal yang sangat wajib diperhatikan penulis saat merangkai kedua teks ini. Dengan memperhatikan hal-hal ini maka penulis sedang memastikan apa yang terabstraksikan di pikiran pembaca saat membaca tulisannya kurang lebihnya sama dan tidak melenceng jauh  apalagi gagal paham alias gak nyambung.
                Diakhir, pemateri menegaskan bahwa dalam menulis tidak bisa serta merta kita cukup mengetahui landasan teorinya saja, tulisan dengan kualitas yang baik juga bergantung pada jam terbang seseorang dalam menulis. Karena menulis bukanlah pekerjaan untuk diri sendiri, namun memberikan manfaat untuk orang lain, jadi memastikan pembaca akan paham terhadap apa yang kita tulis adalah hal yang wajib dilakukan. Semakin baik tulisan penulis maka akan semakin terang juga relasi yang ia buat dengan pembaca, setelah pembaca membaca tulisannya, pembaca akan merasa seolah sudah memiliki hubungan dekat dengan penulis.

Rabu, 16 Oktober 2019

Ada Apa Dengan Kampusku??

          Membangun Kesadaran Kelas

                    (Oleh: M. Cikiber)

    Saya terbelalak ketika melihat sebuah gambar yang memuat Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) dan beberapa orang berseragam Polisi di Instagram UIN RIL. Dalam keterangan gambar tersebut, rencananya, pada Kamis (17/10) Kampus UIN RIL bersama Polda Lampung dan Korem 043 Garuda Hitam akan melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan tajuk “BAKTI TNI POLRI PEDULI KAMPUS”.

     Masih dalam keterangan gambar yang sama, acara ini bermaksud untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa TNI dan POLRI peduli terhadap lingkungan dan untuk menjalin kerjasama yang baik dengan mahasiswa dan perguruan tinggi di Provinsi Lampung. Acara yang berpusat di Kampus UIN RIL ini akan diisi dengan aktivitas bersih-bersih lingkungan UIN, pengecatan pagar dan masjid ushuludin, penanaman pohon, simulasi keselamatan berkendara, dan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).

     “Kita ingin ada hubungan yang harmonis antara TNI dan POLRI dengan perguruan tinggi dan mahasiswa” ungkap Wadansat Brimob, yang namanya tidak disebutkan dalam keterangan gambar yang dipublikasi oleh admin Instgram UIN RIL.

     Pertanyaannya, “Bagaimana mungkin  hubungan yang sedang tidak baik dan dipenuhi rasa kecewa dapat diselesaikan dengan bersih-bersih lingkungan, mengecat masjid dan pagar, menanam pohon, mengadakan simulasi keselamatan berkendara, dan SIM?” Bagaimana mungkin!

     Ingat teman-teman mahasiswa: Immawan Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi  meninggal saat berdemonstrasi di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Lihat:  https://tirto.id/eiPs). Dan di Jakarta, Akbar Alamsyah mengalami nasib serupa: meninggal dunia setelah sebelumnya terluka parah. Tiga kawan juang kita telah syahid, 1.489 orang ditangkap, dan 380 orang ditetapkan sebagai tersangka (lihat: https://tirto.id/ejaY). Belum lagi yang mengalami tindakan kekerasan, kriminalisai, dan intimidasi. Lalu, hubungan ini mau diperbaiki dengan kegiatan bakti sosial? Hal konyol macam apa ini?

     Hubungan yang harmonis antara TNI, Polri, dan Mahasiswa hanya dapat terjalin,  jika dan hanya jika, dua institusi ini mengusut tuntas kematian tiga kawan juang kita, menghukum seadil-adilnya para pelaku yang menyebabkan Randi, Yusuf, dan Akbar tewas, membebaskan para aktivis dan demonstran yang dikriminalisasi, dan berlaku lebih humanis dalam menangani aksi-aksi demonstrasi.

     Saatnya kita bangun kesadaran kelas, bahwa kita adalah bagian dari elemen rakyat yang selama ini menjadi korban arogansi aparat. Kita tarik garis tegas untuk menentukan posisi: kita bersama rakyat dan mereka bersama para oligarki.

Selasa, 15 Oktober 2019

pertemuan pertama pelatihan menulis pmii rayon syariah dan ekonomi bisnis islam, materi "arti dan fungsi menulis secara ontologi dan epistemologi" menjadi pemahaman awal untuk peserta


Menulis Dan Memberi Dunia Sebuah Makna
(Deskar H.s)




                Selasa, 15 oktober 2019, PMII Rayon Syariah dan Rayon Ekonomi bisnis islam menggelar Pelatihan Menulis yang bertema “menghadapi perang wacana era digital” dan akan berlangsung selama lima hari di sekretariat Rayon syariah dan ekonomi bisnis islam. Dibuka oleh ketua rayon syariah, Yan Barusal, berujar “pelatihan ini digelar dari kegelisahan pengurus rayon atas kapabilitas anggota terhadap kepemahaman menulis yang masih minim, kami akan serius dalam menindaklanjuti setelah selesainya pelatihan, karena program ini adalah titik awal untuk program jangka panjang”.
                Tidak heran mengapa kegelisahan akan hal ini menyelimuti pengurus rayon, dimana di era yang serba digital ketika semua orang di penjuru dunia bisa saling terkoneksi melalui sebuah sistem jaringan, seseorang bisa menyajikan apa saja untuk dilihat bahkan dikonsumsi oleh orang banyak,  baik hanya sekedar foto-foto selfie untuk menjadi snap di sosial media, bahkan membuat giringan isu atau opini dalam sebuah narasi untuk dibaca dan disetujui oleh semua orang yang terhubung dengan jaringan internet yang kerap disapa netizen atau warganet. “Jadi  kemampuan anggota untuk mengolah pemikirannya guna dituangkan dalam bentuk tulisan sudah menjadi sebuah kebutuhan, maka lahirlah pelatihan ini” ujar Wahyu hidayat selaku fasilitator dalam kegiatan tersebut.
                Pertemuan pertama dalam pelatihan ini dipandu oleh sahabat Ahmad Mufid selaku pemateri, beliau memberikan pemahaman tentang arti dan fungsi menulis secara ontologi dan epistemologi. Dengan bawaan humanis dan humoris dalam penyampaian materi, beliau memaparkan bahwa menulis bukan hanya sekedar mencoret-coret berwujud aksara di kertas dengan pensil dan pena, ataupun sekedar mengetuk keyboard berperangkat lunak microsoft word dengan beberapa jari. Menulis adalah media informasi tak langsung guna menyampaikan informasi dan ide-ide hasil buah pikiran. Artinya, menulis adalah salah satu tolak ukur yang menunjukkan kalau seseorang berpikir.
                Berkacamatakan pemikiran eksistensialisme Jean Paul sartre, seorang filsuf dan penulis asal prancis, pemateri menyampaikan bahwa menulis adalah sebuah tindakan menggunakan kata-kata sebagai alatnya, kenapa dikatakan tindakan? Karena penulis akan dituntut pertanggungjawabannya atas tulisannya, dan kata-kata adalah benda yang sudah kokoh arti dan sifatnya, sehingga tinggal bagaimana kreativitas penulis dalam penggunaan tiap kata, dan tentu kata Berbeda dengan warna dalam melukis yang belum tentu pengartiannya. Dalam menulis seseorang jangan pernah kaku terhadap aturan baku di perkara teknisnya, karena yang lebih penting adalah substansi dan pesan yang ingin disampaikan lewat sebuah tulisan.
                Pemateri juga menambahkan, menulis berfungsi untuk menunjukkan komitmen dan menentukan posisi sehingga jelas keber-ada-an seseorang di dunia, menulis juga berfungsi mengubah atau membuat dunia yang baru tergantung maksud dan tujuan penulis, karena dengan menulis berarti seseorang tengah membuat relasi dengan dunia.

Korpri, 15 okt 2019.

Jumat, 11 Oktober 2019

ziarah, wujud konkrit pmii syariah menolak lupa sejarah!!

Ziarah Dan Sejarah
(onyot)



 Kamis, 11 oktober 2019. PMII Rayon syari'ah komisariat raden intan. Menggelar ziarah napaktilas islam lampung.
sebagai upaya menjaga kultur islam nusantara di bumi ruwa jurai. Mengingat
Maraknya bermunculan paham-paham radikal yang dikit demi sedikit akan menggerus budaya yang sudah di wariskan dari pendahulu-pendahulu sebelumnya.

Maka dalam menjaga kultur budaya di bumi ruwa jurai tersebut. PMII Rayon syari'ah  menggelar ziarah ke beberapa makam para penyebar islam di lampung yaitu makam tubagus mahdum, tubagus yahya, dan tubagus sangkrah yang berada di daerah teluk betung selatan, teluk betung barat, dan di daerah pantai Queen Arta kabupaten pesawaran.

Restu akbari sebagai penanggung jawab program tersebut mengungkapkan bahwasannya ziarah yang di adakan adalah upaya kongkret PMII syariah dalam menjaga nilai-nilai kebudayaan islam yang sudah di dawariskan dari pendahulu-pendahulu sebelumnya.


Restu juga mengatan ziarah tersebut di gelar guna mengenalkan kepada seluruh anggota PMII rayon syari'ah bahwasannya islam serta merta hadir di lampung tidak begitu saja, melainkan memilki sejarah yang panjang,

Maka dengan memahami sejarah masuknya islam di lampung. Harapannya bisa megcounter Paham-paham radikal yang masuk di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
#salamakalsehat
.
.