Menulis Dan Membuat
Ikatan Baru
(oleh : Deskar H.s)
Pertemuan
ketiga dan keempat dalam Pelatihan Menulis yang digelar Rayon Syariah dan Febi
komisariat Raden Intan mengulas tentang hal-hal yang sering terdengar bahkan
terucap dalam pengetahuan dunia tulis menulis. pemahaman tentang kalimat, paragraf,
teks deskripsi dan teks narasi dipaparkan lebih dalam secara metodelogi oleh
pemateri kedua Asep Sugiarto.
Di materi
pertama yang dibawakan Asep Sugiarto “membedah kalimat dan paragraf dalam
sintaksis”, beliau menjelaskan bahwa kalimat adalah kesatuan kata-kata yang berdiri
sendiri dan menyatakan makna. Dalam satu kalimat biasanya terdiri dari satu
atau lebih klausa. klausa sendiri adalah satuan gramatikal yang terdapat di sebuah
tata bahasa, klausa yang baik terdiri dari subyek (s) + predikat, sedang klausa
yang baik dan benar terdiri atas subyek (s) + predikat (p) + obyek (o) +
keterangan (k). Dengan memahami struktur ini seseorang bisa melakukan bedah
klausa sehingga mengetahui kalimat yang benar dan salah dalam suatu tulisan.
Rangkaian
dari beberapa kalimat yang saling
terkoneksi akan membentuk sebuah paragraf dan memiliki ide pokok, dari paragraf
setiap paragraf dalam sebuah tulisan kita akan menemukan sebuah ide pokok entah
ia terdapat di awal (deduktif) maupun diakhir (indktif) atau bahkan di keduanya
(campuran).
Di materi
kedua nya pemateri berambut ikal ini menjelaskan “memahami teks deskripsi dan
narasi”. Membaca teks deskripsi seolah pembaca tengah melihat foto,
gambaran-gambaran yang ditulis secara keseluruhan dan mendetil dimaksud penulis
agar pembaca seolah ikut mengamati objek yang di paparkan penulis. sedang
membaca teks narasi seolah pembaca menonton sebuah video. Dengan adanya
komposisi lengkap dari sebuah narasi seperti tokoh, latar, dan alur cerita
ditujukan guna memberi informasi dari kronologi suatu kejadian atau cerita.
Penggunaan
logika dan standarisasi-standarisasi adalah hal yang sangat wajib diperhatikan
penulis saat merangkai kedua teks ini. Dengan memperhatikan hal-hal ini maka
penulis sedang memastikan apa yang terabstraksikan di pikiran pembaca saat
membaca tulisannya kurang lebihnya sama dan tidak melenceng jauh apalagi gagal paham alias gak nyambung.
Diakhir,
pemateri menegaskan bahwa dalam menulis tidak bisa serta merta kita cukup
mengetahui landasan teorinya saja, tulisan dengan kualitas yang baik juga
bergantung pada jam terbang seseorang dalam menulis. Karena menulis bukanlah
pekerjaan untuk diri sendiri, namun memberikan manfaat untuk orang lain, jadi
memastikan pembaca akan paham terhadap apa yang kita tulis adalah hal yang
wajib dilakukan. Semakin baik tulisan penulis maka akan semakin terang juga
relasi yang ia buat dengan pembaca, setelah pembaca membaca tulisannya, pembaca
akan merasa seolah sudah memiliki hubungan dekat dengan penulis.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar