Selasa, 15 Oktober 2019

pertemuan pertama pelatihan menulis pmii rayon syariah dan ekonomi bisnis islam, materi "arti dan fungsi menulis secara ontologi dan epistemologi" menjadi pemahaman awal untuk peserta


Menulis Dan Memberi Dunia Sebuah Makna
(Deskar H.s)




                Selasa, 15 oktober 2019, PMII Rayon Syariah dan Rayon Ekonomi bisnis islam menggelar Pelatihan Menulis yang bertema “menghadapi perang wacana era digital” dan akan berlangsung selama lima hari di sekretariat Rayon syariah dan ekonomi bisnis islam. Dibuka oleh ketua rayon syariah, Yan Barusal, berujar “pelatihan ini digelar dari kegelisahan pengurus rayon atas kapabilitas anggota terhadap kepemahaman menulis yang masih minim, kami akan serius dalam menindaklanjuti setelah selesainya pelatihan, karena program ini adalah titik awal untuk program jangka panjang”.
                Tidak heran mengapa kegelisahan akan hal ini menyelimuti pengurus rayon, dimana di era yang serba digital ketika semua orang di penjuru dunia bisa saling terkoneksi melalui sebuah sistem jaringan, seseorang bisa menyajikan apa saja untuk dilihat bahkan dikonsumsi oleh orang banyak,  baik hanya sekedar foto-foto selfie untuk menjadi snap di sosial media, bahkan membuat giringan isu atau opini dalam sebuah narasi untuk dibaca dan disetujui oleh semua orang yang terhubung dengan jaringan internet yang kerap disapa netizen atau warganet. “Jadi  kemampuan anggota untuk mengolah pemikirannya guna dituangkan dalam bentuk tulisan sudah menjadi sebuah kebutuhan, maka lahirlah pelatihan ini” ujar Wahyu hidayat selaku fasilitator dalam kegiatan tersebut.
                Pertemuan pertama dalam pelatihan ini dipandu oleh sahabat Ahmad Mufid selaku pemateri, beliau memberikan pemahaman tentang arti dan fungsi menulis secara ontologi dan epistemologi. Dengan bawaan humanis dan humoris dalam penyampaian materi, beliau memaparkan bahwa menulis bukan hanya sekedar mencoret-coret berwujud aksara di kertas dengan pensil dan pena, ataupun sekedar mengetuk keyboard berperangkat lunak microsoft word dengan beberapa jari. Menulis adalah media informasi tak langsung guna menyampaikan informasi dan ide-ide hasil buah pikiran. Artinya, menulis adalah salah satu tolak ukur yang menunjukkan kalau seseorang berpikir.
                Berkacamatakan pemikiran eksistensialisme Jean Paul sartre, seorang filsuf dan penulis asal prancis, pemateri menyampaikan bahwa menulis adalah sebuah tindakan menggunakan kata-kata sebagai alatnya, kenapa dikatakan tindakan? Karena penulis akan dituntut pertanggungjawabannya atas tulisannya, dan kata-kata adalah benda yang sudah kokoh arti dan sifatnya, sehingga tinggal bagaimana kreativitas penulis dalam penggunaan tiap kata, dan tentu kata Berbeda dengan warna dalam melukis yang belum tentu pengartiannya. Dalam menulis seseorang jangan pernah kaku terhadap aturan baku di perkara teknisnya, karena yang lebih penting adalah substansi dan pesan yang ingin disampaikan lewat sebuah tulisan.
                Pemateri juga menambahkan, menulis berfungsi untuk menunjukkan komitmen dan menentukan posisi sehingga jelas keber-ada-an seseorang di dunia, menulis juga berfungsi mengubah atau membuat dunia yang baru tergantung maksud dan tujuan penulis, karena dengan menulis berarti seseorang tengah membuat relasi dengan dunia.

Korpri, 15 okt 2019.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar