Rabu, 16 Oktober 2019

Ada Apa Dengan Kampusku??

          Membangun Kesadaran Kelas

                    (Oleh: M. Cikiber)

    Saya terbelalak ketika melihat sebuah gambar yang memuat Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) dan beberapa orang berseragam Polisi di Instagram UIN RIL. Dalam keterangan gambar tersebut, rencananya, pada Kamis (17/10) Kampus UIN RIL bersama Polda Lampung dan Korem 043 Garuda Hitam akan melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan tajuk “BAKTI TNI POLRI PEDULI KAMPUS”.

     Masih dalam keterangan gambar yang sama, acara ini bermaksud untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa TNI dan POLRI peduli terhadap lingkungan dan untuk menjalin kerjasama yang baik dengan mahasiswa dan perguruan tinggi di Provinsi Lampung. Acara yang berpusat di Kampus UIN RIL ini akan diisi dengan aktivitas bersih-bersih lingkungan UIN, pengecatan pagar dan masjid ushuludin, penanaman pohon, simulasi keselamatan berkendara, dan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).

     “Kita ingin ada hubungan yang harmonis antara TNI dan POLRI dengan perguruan tinggi dan mahasiswa” ungkap Wadansat Brimob, yang namanya tidak disebutkan dalam keterangan gambar yang dipublikasi oleh admin Instgram UIN RIL.

     Pertanyaannya, “Bagaimana mungkin  hubungan yang sedang tidak baik dan dipenuhi rasa kecewa dapat diselesaikan dengan bersih-bersih lingkungan, mengecat masjid dan pagar, menanam pohon, mengadakan simulasi keselamatan berkendara, dan SIM?” Bagaimana mungkin!

     Ingat teman-teman mahasiswa: Immawan Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi  meninggal saat berdemonstrasi di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Lihat:  https://tirto.id/eiPs). Dan di Jakarta, Akbar Alamsyah mengalami nasib serupa: meninggal dunia setelah sebelumnya terluka parah. Tiga kawan juang kita telah syahid, 1.489 orang ditangkap, dan 380 orang ditetapkan sebagai tersangka (lihat: https://tirto.id/ejaY). Belum lagi yang mengalami tindakan kekerasan, kriminalisai, dan intimidasi. Lalu, hubungan ini mau diperbaiki dengan kegiatan bakti sosial? Hal konyol macam apa ini?

     Hubungan yang harmonis antara TNI, Polri, dan Mahasiswa hanya dapat terjalin,  jika dan hanya jika, dua institusi ini mengusut tuntas kematian tiga kawan juang kita, menghukum seadil-adilnya para pelaku yang menyebabkan Randi, Yusuf, dan Akbar tewas, membebaskan para aktivis dan demonstran yang dikriminalisasi, dan berlaku lebih humanis dalam menangani aksi-aksi demonstrasi.

     Saatnya kita bangun kesadaran kelas, bahwa kita adalah bagian dari elemen rakyat yang selama ini menjadi korban arogansi aparat. Kita tarik garis tegas untuk menentukan posisi: kita bersama rakyat dan mereka bersama para oligarki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar